Bagian 2: Mata Keemasan yang Misterius
Setelah kelahiran Oziel, kehidupan Arman dan Lina berubah drastis. Bayi kecil itu tumbuh dengan cepat, dan ada sesuatu yang berbeda tentangnya. Mata Oziel, yang sejak lahir memancarkan cahaya keemasan, menjadi pusat perhatian. Setiap kali dia menatap seseorang, seolah-olah dia bisa melihat langsung ke dalam jiwa mereka. Arman dan Lina mulai menyadari bahwa anak mereka bukanlah anak biasa.
Suatu pagi, saat Lina sedang menyusui Oziel, dia memperhatikan sesuatu yang aneh. Cahaya keemasan di mata Oziel tiba-tiba menjadi lebih terang, dan ruangan itu seolah-olah dipenuhi dengan kehangatan yang menenangkan. Lina merasa ada sesuatu yang ajaib terjadi, tapi dia tidak bisa menjelaskannya.
"Arman, kamu harus melihat ini," panggil Lina sambil memanggil suaminya yang sedang bersiap untuk bekerja.
Arman segera datang dan melihat mata Oziel yang bersinar. Dia tertegun, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. "Apa yang terjadi, Lin?" tanyanya dengan suara bergetar.
"Aku tidak tahu, tapi ada sesuatu yang berbeda tentang Oziel," jawab Lina sambil menggendong bayi itu. "Dia seperti memiliki kekuatan yang tidak bisa kita pahami."
Arman teringat kembali pada pertemuannya dengan kakek misterius itu. Dia mulai yakin bahwa kakek itu adalah seorang malaikat, dan Oziel adalah berkah yang dijanjikan. Tapi apa arti dari semua ini? Dan apa yang harus mereka lakukan?
Hari-hari berlalu, dan Oziel semakin menunjukkan tanda-tanda keajaiban. Suatu malam, saat Arman dan Lina sedang tidur, mereka terbangun oleh suara tangisan Oziel yang keras. Mereka segera bangun dan mendatangi boks bayi. Saat mereka mendekat, mereka melihat sesuatu yang membuat mereka terpana.
Oziel sedang mengambang di udara, dikelilingi oleh cahaya keemasan yang memancar dari matanya. Arman dan Lina tidak bisa berkata-kata, mereka hanya bisa menatap dengan takjub.
"Arman, apa yang terjadi?" bisik Lina dengan suara gemetar.
"Aku tidak tahu, Lin," jawab Arman sambil mencoba mendekati Oziel. "Tapi kita harus tetap tenang."
Dengan hati-hati, Arman mengulurkan tangannya dan mencoba menyentuh Oziel. Saat jarinya hampir menyentuh bayi itu, cahaya keemasan tiba-tiba meredup, dan Oziel perlahan turun ke boksnya. Tangisannya berhenti, dan dia tertidur dengan tenang.
Arman dan Lina saling memandang, tidak tahu harus berkata apa. Mereka tahu bahwa kehidupan mereka akan penuh dengan keajaiban dan misteri, dan mereka harus siap menghadapinya.
Esok paginya, Arman memutuskan untuk mencari tahu lebih banyak tentang keajaiban yang menyertai Oziel. Dia pergi ke perpustakaan dan mencari buku-buku tentang anak-anak istimewa dan keajaiban. Tapi tidak ada yang bisa menjelaskan apa yang terjadi pada Oziel.
Saat dia pulang, dia menemukan Lina sedang duduk di ruang tamu dengan wajah pucat. "Ada apa, Lin?" tanyanya dengan cemas.
"Arman, tadi ada seseorang datang ke sini," jawab Lina dengan suara bergetar. "Dia bilang dia tahu tentang Oziel."
Arman terkejut. "Siapa dia? Apa yang dia katakan?"
"Dia bilang namanya Pak Joko, dan dia adalah seorang peneliti paranormal," jelas Lina. "Dia bilang dia sudah mendengar tentang kelahiran Oziel dan ingin membantu kita."
Arman merasa curiga. "Kenapa dia tahu tentang Oziel? Apa yang dia inginkan?"
Lina menggelengkan kepala. "Aku tidak tahu, Arman. Tapi dia bilang dia bisa membantu kita memahami kekuatan Oziel."
Arman merasa tidak nyaman dengan kehadiran Pak Joko. Dia tahu bahwa mereka harus berhati-hati, karena tidak semua orang memiliki niat baik. Tapi dia juga tahu bahwa mereka membutuhkan bantuan untuk memahami apa yang terjadi pada Oziel.
Malam itu, Arman dan Lina berbicara panjang lebar tentang apa yang harus mereka lakukan. Mereka sepakat untuk menemui Pak Joko dan mendengar apa yang dia katakan. Tapi mereka juga berjanji untuk tetap waspada dan tidak membiarkan siapa pun mengambil keuntungan dari Oziel.
Keesokan harinya, Pak Joko datang ke rumah mereka. Dia adalah pria berusia sekitar 50 tahun dengan rambut beruban dan mata yang tajam. Dia membawa banyak buku dan alat-alat aneh yang membuat Arman dan Lina semakin curiga.
"Terima kasih sudah menerima saya," kata Pak Joko dengan sopan. "Saya sudah lama meneliti fenomena seperti ini, dan saya yakin Oziel adalah anak yang sangat istimewa."
Arman mengangguk, tapi matanya tetap waspada. "Apa yang bisa Anda katakan tentang Oziel?"
Pak Joko membuka salah satu bukunya dan menunjukkan gambar-gambar anak-anak dengan mata yang bersinar. "Ada banyak cerita tentang anak-anak yang terlahir dengan kekuatan luar biasa. Mereka sering disebut sebagai 'Anak Cahaya'. Saya yakin Oziel adalah salah satunya."
Lina terlihat takut. "Apa artinya itu? Apa yang akan terjadi pada Oziel?"
Pak Joko tersenyum lembut. "Jangan khawatir, Bu. Oziel memiliki kekuatan yang besar, tapi itu juga berarti dia membutuhkan bimbingan yang tepat. Saya bisa membantu kalian memahami dan mengarahkan kekuatannya."
Arman masih merasa curiga. "Kenapa Anda ingin membantu kami? Apa yang Anda inginkan?"
Pak Joko menatap Arman dengan serius. "Saya hanya ingin membantu, Pak. Saya percaya bahwa Oziel bisa membawa kebaikan bagi dunia, dan saya ingin memastikan bahwa kekuatannya digunakan dengan benar."
Arman dan Lina saling memandang, tidak yakin apa yang harus mereka lakukan. Tapi akhirnya, mereka memutuskan untuk memberikan kesempatan pada Pak Joko. Mereka tahu bahwa mereka membutuhkan bantuan, dan mereka berharap bahwa Pak Joko bisa menjadi jawaban atas doa mereka.
Hari-hari berikutnya, Pak Joko mulai mengamati Oziel dan mencoba memahami kekuatannya. Dia membawa banyak alat dan melakukan berbagai tes, tapi tidak ada yang bisa menjelaskan sepenuhnya apa yang terjadi pada Oziel.
Suatu malam, saat Pak Joko sedang duduk di ruang tamu, dia tiba-tiba melihat cahaya keemasan yang memancar dari kamar Oziel. Dia segera bangkit dan mendekati kamar itu. Saat dia membuka pintu, dia melihat Oziel sedang mengambang di udara, dikelilingi oleh cahaya yang indah.
Pak Joko terpana, tapi dia segera mengambil catatannya dan mulai menulis. Dia tahu bahwa ini adalah momen penting, dan dia harus mencatat semuanya.
Tiba-tiba, Oziel menatap Pak Joko dengan mata yang bersinar. Dalam sekejap, Pak Joko merasa ada sesuatu yang aneh. Dia merasa seperti dirinya sedang dilihat sampai ke dalam jiwanya, dan dia tidak bisa bergerak.
Arman dan Lina, yang mendengar suara dari kamar Oziel, segera datang dan melihat Pak Joko yang terpaku di tempat. Mereka terkejut dan segera mendekati Oziel.
"Oziel, tenang," bisik Lina sambil mencoba menenangkan bayi itu.
Cahaya keemasan perlahan meredup, dan Oziel kembali ke boksnya. Pak Joko akhirnya bisa bergerak lagi, tapi dia terlihat sangat ketakutan.
"Apa yang terjadi?" tanya Arman dengan cemas.
Pak Joko menggelengkan kepala. "Saya tidak tahu, tapi kekuatan Oziel jauh lebih besar dari yang saya kira. Dia bisa melihat dan mempengaruhi orang lain dengan caranya sendiri."
Arman dan Lina saling memandang, tidak tahu harus berkata apa. Mereka tahu bahwa kehidupan mereka akan penuh dengan tantangan, tapi mereka juga tahu bahwa mereka harus melindungi Oziel dengan segala cara.
------------------------------
Apa yang akan terjadi selanjutnya dengan Oziel? Bagaimana Arman dan Lina akan menghadapi kekuatan luar biasa anak mereka? Ikuti terus petualangan Oziel si Bocah Cerdas dalam bagian selanjutnya! Jangan lewatkan Bagian 3: "Ujian Pertama", di mana Oziel mulai menunjukkan kekuatannya kepada dunia!
Bersambung...
Fadllan Achadan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berkomentar menggunakan bahasa yang baik dan sopan :-)