Cari Blog Ini


Selasa, 01 April 2025

Putri Salju dan Pangeran Buruk Rupa

Mahkota dan Sangkar Emas

Dua puluh tujuh anak tangga marmer. Tiga puluh dua tusukan jarum pentul di gaun. Seratus sorot mata yang mengagumi.

"Tegakkan mahkotamu, Putriku," bisik Ratu Isolde sambil menata untaian mutiara di leher Salju. "Hari ini para pangeran dari Utara datang meminangmu."

Putri Salju mengatupkan kelopak mata sehitam malam itu. Di balik riasan sempurna, pipinya yang seputih salju berkerut dalam kepedihan. "Ibu, bisakah aku—"

"Tidak." Ratu memotong dengan senyum manis yang membuat para dayang bergetar. "Kau tahu aturannya. Satu kata tentang buku-bukumu yang kotor itu, satu gerakan yang tidak anggun, dan seluruh kerajaan akan kecewa."

Sabtu, 29 Maret 2025

Anak Buaya yang Nakal

Di tepi Sungai Cana, di tengah hutan yang rimbun, hiduplah sekelompok buaya. Di antara mereka, ada satu anak buaya yang paling nakal dan suka bermain-main. Namanya adalah Budi. Budi memiliki kulit berwarna hijau cerah dan mata yang selalu bersinar penuh rasa ingin tahu. Namun, sifat nakalnya sering membuatnya terlibat dalam berbagai masalah.

Suatu pagi yang cerah, Budi bangun dengan semangat. Ia melihat teman-temannya, si Kiki dan si Amir, sedang bermain di tepi sungai. "Ayo, kita bermain petak umpet!" seru Budi dengan suara ceria. Kiki dan Amir, meskipun sedikit ragu, akhirnya setuju untuk bermain.

Mereka mulai bermain, dan Budi yang ditunjuk sebagai pencari, menutup matanya dan menghitung sampai sepuluh. "Satu, dua, tiga..." Budi menghitung dengan suara keras, sementara Kiki dan Amir bersembunyi di balik semak-semak. Namun, saat menghitung, Budi merasa ada yang kurang seru. Ia ingin membuat permainan ini lebih menarik.

Selamat Idul Fitri 1446 H


Jumat, 28 Maret 2025

Anak Singa yang Baik Hati

Di tengah hutan lebat yang hijau dan rimbun, hiduplah seekor anak singa bernama Lio. Ia adalah seekor singa muda dengan bulu keemasan yang berkilauan di bawah sinar matahari. Meskipun ia masih kecil, tubuhnya sudah kuat dan matanya penuh semangat. Namun, tidak seperti singa lainnya yang gagah dan garang, Lio memiliki hati yang lembut dan penuh kasih.

Sejak kecil, Lio selalu diajarkan oleh ibunya, Ratu Singa, untuk menjadi pemimpin yang bijaksana. "Kekuatan bukan hanya tentang cakar yang tajam dan auman yang menggetarkan, tetapi juga tentang kebaikan hati," kata ibunya suatu hari. Lio mendengarkan dengan saksama dan selalu mengingat pesan itu dalam hatinya.

Suatu pagi, saat matahari mulai menyapa hutan dengan cahayanya yang hangat, Lio berjalan-jalan di sekitar wilayah kekuasaannya. Ia senang menjelajahi hutan, mendengar kicauan burung, dan merasakan angin sejuk yang membelai bulunya. Namun, saat melewati sebuah sungai kecil, ia mendengar suara tangisan yang lirih.